Tampilkan postingan dengan label Puisi / Syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi / Syair. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Oktober 2010

SYAIR MUSIBAH

Oleh: Zunaidi Aidi (zunaidi45@yahoo.co.id)

Asslammu'alaikum warahmatullah.
Hari - hari berharap mendapat berkah.
Dengan syair musibah.
Diketahuilah kite banyak melanggar petuah.

Berawal membace bismillah.
Berharap selalu rahmat Allah.
Agar diri tidak salah bertinggkah.
Selalulah berpegang pade amanah.

Negeri ini sudah terancam.
Hari - hari hiduppun tiade tentram.
Musibah mengintai siang dan malam.
Dari kerusuhan sampai bencane alam.

Hendak kemane diri berlindung.
Meskipun berlindung dalam kokohnye gedung.
Tetaplah hancur karene letusan gunung.
Korbannyepun tudaklah tanggung - tanggung.

Berlindung pula ditepian pantai.
Sekaligus berharap dapat bersantai.
Tawu - tawunye datang sunami beriring badai.
Sungguh itu akibat diri kite yang selalu lalai.

Gunung - gunung memberi tande.
Betande di'e akui yang Maha Kuase.
Tapi menggape banyak tidak percaye.
Apekah demikian tabiat manusi'e.

Blle diri merase sadar.
Sadarkan diri untuk selalu berikhtiar.
Hidup sementare jangan banyak dikejar.
Karena du dini'e ini kite hanye sebentar.

Jadikan diri hambe yang ta'at.
Jauhkan diri dari jalan yang sesat.
Jadikan alam sebagai sahabat.
Janganlah semu'e hasil alam dibabat.

Musibah dapat dihindari.
Namun tak dapat dijauhi.
Semu'e tergantung diri.
Sejauhmane berharap ridho Ilahi.

Jangan salahkan alam kite.
Hanye gare - gare bencane.
Cubelah kite ukur diri sesame.
Sudahkah hidup kite ini bergune.

Sombong bukan kepalang.
Dose banyak tak mau dibuang.
Tak patuh lagi dengan pantang.
Wajarlah bencane selalu datang.

Pade zaman pare Nabi.
Barang siape durhake pade Illahi.
Didatangkanlah bencane untuk suatu negeri.
Make hancur dan kaum itupun berganti.

Bule sedang musim hujan.
Selalu diiringgi dengan kebanciran.
Padahal itu penggingat badan.
Agar selalu bersih dari kemaksiatan.

Jike musim kemarau.
Air - air terase payau.
Matahari menyengat dan membuat silau.
Itulah teguran bagi yang hidup merayau.

Topan dan badai turut datang.
Datangnye tidaklah diundang.
Kedatangannye ganas menerjang.
Pengingat bagi yang suka berperang.

Jangan salahkan alam.
Jangan salahkan batu - batu yang terdiam.
Mera patuh pade khliqul alam.
Tiade makan dan tidur siang dan malam.

Bile segenap binatang riuh.
Dari tempat itu pergilah jauh - jauh.
Carilah tempat yang aman untuk berteduh.
Karena bisa jadi ade musibah yang membuat luluh.

Musibah - muslbah itu diutus.
Seperti bencana gunung meletus.
Seperti ternak - ternak yang kurus.
Bayi - bayi yang tak terurus.
Ataupun lahan - lahan yang tandus.

Ini tande - tande kiamat.
Tande - tande akhirnye hayat.
Make pastilah ade dunie akhirat.
Hundarilah jalan - jalan yang sesat.

Jike ade juru kunci.
Bukanlah die pembawa pesan Illahi.
Die hanye sebagai seorang pelestari.
Terhadap alam yang sudah tu'e ini.

Demikian juga penjage makam atau kubur.
Menjage makam sepaye tak tergusur.
Makam - makam disusun teratur.
Bukan berarti die punye mantra yang manjur.

Hidup jangan berlebih.
Salah paham jangan selalu berselisih.
Bencane datang jangan larut bersedih.
Tapi dengan demikian agar kite gigih.

Musibah ya misibah.
Lindungi kami darinye ya Allah.
Dengan musibah janglah kami dijadikan susah.
Tapi jadikan kami agar selalu taat beribadah.

Dalam syair musibah ini.
Saye angkatkan Kuase Illahi.
Haraplah dapat menyinggung hati.
Sebagai pesan untuk perbaikan diri.

Andai suatu tempat datang bencane.
Harap pesan - pesan musibah itu dibace.
Jangan hanye mikirkan habisnye juwe dan harte.
Itulah care Tuhan mendidik manusi'e.

Datang bencane tak putus - putus.
Hari ini gunung meletus.
Besok badai dan topan berhembus.
Lusanya jenazah - jenazah baru diurus.

Inilah negeri kite.
Bagaimanepun kite mesti cinte.
Tak boleh negeri ini dikate - kate.
Ape yang terjadl kehendak yang Kuase.

Ade yang hidup banyak yang mati.
Semu'e gilir berganti.
Make janglah disesali.
Esok lusapun masihlah tetap terjadi.

Dalam syair musibah ini saye tulis.
Bekal hidup kite makin menipis.
Hasil alam sudah hampir habis.
Tunggallah menikmati bencane yang disambut tanggis.

Jangan sedih janganlah takut.
Musibah dalam hidup akan selalu ikut.
Same halnye dengan maut.
Make setelah bencane jangan hanye pandai beribut.

Demikianlah madah musibah ini.
Bacelah sebagai penerang hati.
Isinye selalulah untuk dibagi - bagi.
Demikian saye mengakhiri.

Jumat, 27 Agustus 2010

Sahabatku sang Bulan

Kerumunan malam membuatku berkabut gelisah

Menanti terangnya bulan cinta yg tak ku miliki

Sesak hati ini menyeruap karena hati slalu gundah

Melihat bulan dengan bintang-bintang yg lain

Timbul cemburu ku pada bintang yg selalu temani bulan


Ku bertanya dalam hati kapankah ku menjadi bintang dari sang bulan

Kurasa ku tlah lama menemanimu dipadang rumput yg luas

Setia menunggu mu walau sejuknya malam menusuk kalbu


Mengapa bulan tak kunjung menjamahku?

Apakah karena dinding persahabatan ini wahai bulan?

Apakah sahabat tak bisa memiliki cintamu?

Maka ku kan menunggu sinarmu

Menunggu sampai kau mengerti

Cintaku padamu bulan ,bukan sebatas sinar pagi

Selasa, 13 Juli 2010

Sebuah kata

Kau bisa membuatku menjadi seorang yang berdosa
Karena amarah dan dendamku
Tetapi kau bisa membuatku menjadi seorang yang baik
Karena maafku dan keiklasanku
Karena aku punya sebuah kata yang kusebut cinta

Rabu, 28 April 2010

Renunganku

Aq pernah mencintai seorang wanita seperti sungai yang selalu mengalir...
Ketika aq mencintai wanita itu, mengapa cintanya tak sama dengan ku ...
Seperti bunga potong yg layu termakan waktu...
Ketika kutanya mengapa seperti ini...ia berkata...
"Aku menyayangimu tetapi aku tidak mencintaimu"
Sebuah kalimat yg pendek,memberikan sakit yg lama...
Mungkin tuhan memberikan ku perihnya cinta sebelum merasakan manisnya cinta...

Selasa, 20 April 2010

Cinta hilang

Aku telah kehilangan cintaku
Kini kuberharap pada malam yang sepi tuk menghiburku
Dan bintang yang terang tuk menemaniku
Ketika semua itu berlalu
Aku kan sendiri dengan cinta yang lepas dari tanganku

Melupakan perihku

Bukan maksudku tuk membencimu
Tapi beri aku waktu tuk melupakan cintaku
Aku ingin akhiri siksaan ini
Aku tersiksa oleh cintaku sendiri
Dan akhirnya aku harus lepaskan ini semua
Dan tinggalakn kenangan yang ada

Rabu, 31 Maret 2010

Cinta Selembar Kertas Tisu


terkadang cintaku tak bertahan lama...
begitu rapuh seprti kertas tisu...
sebuah kertas yang tipis dan rinngan tanpa struktur yang kuat...
membuatnya bisa diterbangkan angin...

cinta selembar kertas tisu...
sebuah cinta yang mempunyai pengorbanan...
begitu banyak proses untuk membuatnya...
cinta selembar kertas tisu...
membuatnya nampak tidak terlalu berharga...
setelah dipakai nasibnya kan masuk tempat sampah juga...

by: Erihan

Terkadang hati tak sejalan dengan kenyataan

Terkadang hati tak sejalan dengan kenyataan...
membuat ku terluka dalam diam...
kenyataan terkadang menyakitkan...
bukan hanya karena hati yang tak sejalan...
tetapi karna cinta yang tak tersampaikan...

Termanggu duduk sendiri...
berkata dalam hati....
dialah peri bukan untuk ku miliki...
dialah peri yang terlepas dari hati...

Malam wahai malam...
menemani walau kelam...
siang wahai siang...
tak pernah membuatku senang...

Kini cinta berkabut kelam...
membuat hatiku tak secerah siang...

Jumat, 26 Maret 2010

Mungkin puisi ini tak terlalu indah bagimu...
Detapi yang ku tahu kau indah seperti sair puisi...

Terkadang lama untuk memahami...

Tetapi indah ini yang ku cari...


Biarkanlah ku nikmati indah ini...

Dengan kata hati yang kumiliki...


by: erih4n

Logitech MK220 Keyboard Wireless Combo

Beberapa tahun terakhir ini saya ingin mencari keyboard Pc yang lebih praktis digunakan,  yang menjadi kriteria pilihan saya yaitu ke...